JOGJA
7 September 2025
Basi? YES, will I write about it? YES
Well well well. JOGJA, the least place I wish I were there. Never I think about this place other when I reread cerpen favorite-ku "Istana Tembok Bolong" dan fake Taylor Swift performance di Obelix. Malioboro and stuffs, I never think of those things.
otw ke Jogja ini butuh perjuangan yaa... I need to travel for 3 hours just to go to Bangil and have several hours on train later on. Dan itu juga jadi pertama kalinya aku perjalanan jauh naik kereta dan harus lewatin provinsi lain. Kita juga sempat berenti di Surabaya kaya 1 jam-an kan dan itu bener2 beda banget sama Jember atau Malang, jauh lebih padet dan panas. Well it seem like I dont really fit that place, im not sure lah pokoknya. Sampainya di Jojga juga kita perlu jalan kaki ke penginapan karena kenapa enngak yaa kan. Jalan kaki dari cari makan sampe balik ke penginapan lagi, sadly wilayah yang deket stasiun nih kaya terlalu gelap atau pinggiran gitu jadi kaya agak serem kalau jalan, apalagi waktu itu jalan bertiga sama Cindy dan Dita.
{Photo}
Destinasi pertama adalah Reaktor Nuklir Kartini yang dirangkap dengan Politeknik Nuklir apalah itu. If I or you thinking about reactor, you will thinking about cerobong uap yang ikonik. Turn out rekator kartini gk kaya reaktor yang kaya itu, ini jauh lebih kecil dan punya dua cerobong yang lebih mirip kaya tandon (never say sorry). Well katanya sih segitu aja cukup, karena ini bukan reaktor komersil. Sebenernya banyak banget yang bisa dipelajarin dari kunjungan ini, tapi yang paling penting adalah aku tau aku gk cocok kerja disini. They seem so lame dan kutu buku buat aku yang slenngean dan fun ini HAHAHA. Pelajaran ke-2 adalah rekator itu tidak lagi operasi waktu itu dan tidak ada pancaran radiasi dari reaktor. Paparan radiasi ini juga ternyata gk bisa dideteksi pake indra kecuali pake alat yang satuannya curie, aku lupa apa pokoknya itu bakal bunyi kalau radiasi lebih dari ambang batas. Nahhhh aku juga jadi tau cara kerja reaktor yang gk bakal aku jelasin disini karena aku gk mau ini tentang reakor. Moveeee, dan aku juga tau kalau timbal yang katanya bahaya di paralon adalah alat penangkal radiasi yang baik, which is digunain sebagai tembok di reaktor nuklir itu dan juga bbisa menjadi bahan bakar. GACOR!!!!!. Radiasi juga gk semata-mata itu aja, karena radiasi yang udah diukur dengan benar bisa dijadikan sebagai pengawet makanan, YUP, NEW KNOWLADGE.Well yeah all I can recall through that day. dan ada magnetik2 apa itu, ege gwh lupa apa materinya.
[Photo]
Next Malam pertama setelah kunjungna kita udah mulai sewa motor dan destinasi ke-2 adalah the famous Malioboro. Penuh dengan orang, tapi emang ikonik banget. Bau tai kuda, pesing, padat, dan ruko-ruko. Not much yang bisa dilakuin kecuali photo-photo dan kita bikin video tiktok yang asik mampuss waktu itu. Walaupun males2an photo yaa karena kaya narsis banget dan gk in the moment banget... TAPI GACOR If i recall to that moment. VIDEONYA ADA DI HIGHLIGHT. BTW pas balik Dita yang bawa motor dan hampir nabrak mobil di puteran UGM
[photo]
Besoknya kita makan Gudegggggg dan rasanya enak tapi terlalu manis gula merah jawa. Kalau kata temen-temen rasanya kaya dodol dan lanjut kee museum Sonobudoyo. Sonobudoyo sebenernya kaya yes no moment karena kebanyakan foto dan again not in the moment. Tapi gpp, aku bahagia karena bisa main VR panah-panahan, bikin jokes krinj dan bikin orang lain ketawa. Dan lanjut deh MAKAN mie ayam di simpangan gk tau mana dan itu enak. Dan habis itu temen-temen lanjut cari oleh-oleh dan aku sama Dita balik.
[Photo]
Fast foward langsung kita trip ke gunung kidul dan Obelix. Well ini agak long trip yaa dengan motor sewaan. kita ke pantai Watu Kodok dan ini udah masuk ke pantai selatan. Dan sebenrnya biasa aja sih, tapi dari posisi atas emang keliatan bagus banget, biru gitu dan ombaknya kenceng. Lanjut dehh ke Obelix. Obelix ini juga jadi salah satu main destination-nya, karena ini terkenal banget sama performance dengan sunset dan view pantai parangtritis (Jadi inget smut yang aku baca di wp, ngwong di mobil MWEHEHE). Kita sebenrnya ini datangnya kecepetan banget karena ada yang bilang harus keep spot gitu jadi duduk panas-panasan dan ini gk make sanse banget anjirr, tapi temen-temn2 pada gk keberatan jadi yaudahh dehh. Well not much to say about it, but I do enjoy it.
[Photo]
So far gwh belum ceritain penginapan yang Riyan cariin buat kita. NGL gk pantas buat dipanggil penginapan, lebih cocok dipanggil kandang. Wtf masa pas kipasnya dinyalakan itu bau pesing tikus dan bau gk sedap gitu, kamar mandinya juga gk bagus. bayangin kita disana selama 5 hari. HUEKKKK. Jigong, mending penginapanku sama dita yang di Malang. Luckly di hari terakhir aku pindah ke hotel Kapsul yang gacor.
Lanjut... Agenda terakhir itu adalah ke Candi Prambanan dan Solo. Dan ini adalah first time naik KRL dengan harga 8k bisa sampe SOLO. Well di KRL ini ternyata sempit2an, sumpek dan lain-lain, tapi bener-bener eksperien yang sangat baru. dan orang2 disini tuh kaya gk mikir orang lain which is fun and not. Berhentilah kita di Candi Prambanan dan first ever aku ke candi dan itu adalah kompleks candi yang besar. Minesnya adalah salah satu candi utamnnya di renovasi. Banyak banget hal-hal yang bisa diamati dicandi ini tapi yaa gk bgitu paham kecuali cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Move to Solo pake KRL dan berhenti di stasiun Solo Balapan. Stasiun ini lebih besar dari stasiun kota Malang baru. ada 4 peron kalau gk salah ingat dan yuppp rame gitu karena ada KRL. Akhirnya kita di Solo kulineran ke pasar gede dan makan mie ayam. Aku kaget di solo itu ternyata jualan babi itu lumrah dan banyak banget di pasar. BTW yang bikin aku kepo adalah selogan pasar gede solo yaitu PASAR MBOTEN SARE. Kinda mistical I would say karena ada abang-abang yang bilang kalau ada yang keliatan dan ada yang enggk. whatever it mean. Kita beli dimsum dan dawet selasi Mbok Darmi yang enak seger dan mehong. Itu gacor sih enaknya emang. tapi seporsi mangkok kecil 15k. It more like worth the experience. Lanjut, kita jalan kaki ke mie ayam sejauh 2 km karena temen2 gk mau pake grab. Dont ask WHY, aku sendiri juga kesel. Dan mie ayamnya juga biasa aja lah, tapi es teh mereka itu ditambhani sama jeruk peras manis gitu. enak dehhh.
Dan Yup itu adalah hari terakhir temen-temen di SOLO dan Jogja. Kemudian hari, temen-temen balik ke Jember dan aku nambah 1 hari dan pindah penginapan ke Capsul hotel deket Malioboro. DAN itu adalah 'bad desicion lead to good experience' karena emang comfy aja tempatnya. dan 100k itu worth untuk last day aku disana setelah hampir 5 hari di kandang hewan. Hari selanjutnya juga aku bisa centang wishlist aku yang naik becak dengan harga 20k untuk ke stasiun, dan aku ke bandara pake kreta bandara ala-ala businnes class. DAN YUP aku sampe dibandara ke-4 yang aku kunjungin dan pulang ke Kalimantan setelah 2 tahun di JAWA.
IM NOT GOING TO WRITE HOW IT FEELS LIKE TO BE BACK TO KALIMANTAN AFTER LONG TIME. IT IS GOOD AND BAD. THE GOOD IS I CAN SEE PEOPLE I GROW UP WITH. AND THE BAD IS I CAN SEE THE REASON WHY I WANNA MOVE OUT SO BAD AFTER HIGHSCHOOL IN DIFFRENT SET OF MIND.
Komentar
Posting Komentar