Gladiator II
Well... quite lot happening, aku habis rapat memutuskan untuk nonton film di bioskop, aku nepi dipinggir jalan dan mikir apa yang harus aku tonton right there and now. Dan yup aku nonton Gladiator 2, aku inget sih pernah nonton film Roma-roma gitu, so gas lah walaupun harganya 30k. Which is lebih mahal dari weekday.
Aku gak nyangka kalau bakal rame banget yang nonton, pas beli tiket aku pilih yang paling belakang and so you know kanan-kiriku pasutri chindo dengan aksen Surabaya. Aku pikir yang nonton bakal anak muda, ternyata umuran early 30. To be honest aku agak nervous, you know me. They just high above me financially so it got me nervous. I know it's not like they gonna bullying me or something but I am too insecure about it.
Now we talk about Gladiator 2 itself. The duration is around 2 and half hour. Jadi awal cerita, pasangan prajurit perang diserang sama kekaisaran romawi dan istri dari prajurit ini yang kebetulan juga prajurit meninggoy karena dipanah atas perintah sang jenderal kekaisaran. Gugur lah negara itu, dan dibudakin sang prajurit itu. Prajurit bukan sembarang prajurit tentunya, dia adalah pangeran keksaisaran itu sendiri, ialah Lucius. Dimana sedaria dia kecil disuruh kabur oleh ibunya karena ada kerusuhan di Roma.
In short, perjalan Lucius kembali ke Roma dimulai saat dia disuruh berantem sama kera. Aku gak tau namanya apa tapi konsepnya kaya catfight wkwkwk. He catch the eye of a rich which will buy him later on. Setelah dibeli oleh Macrinus, Lucius jadi naik daun karena skil 1v1 dia yang Good Game habis. Dia tampil di depan kaisar kembar yang kelihatan GAY dan impress everyone who is watching. Diadu deh sih Lucius ini dengan gladiator ngetop, dan ofc di win-win chicken dinner. Aku suka nih sama filmnya karena gk butuh waktu lama untuk menyadarkan mamanya kalau si Lucius ini anaknya, dan ibunya notice karena gaya 1v1 sama kaya bapaknya maximus.
You know what suprise me the most, karena awalnya aku mikir kalau Lucius ini anaknya Acacius, turn out Acacius nih kaya step dad yang madly in love sama emaknya dan willy to do everything to fullfill her wish. Aku bersyukur dia karakter yang baik. Dan Yaa walaupun awalnya Lucius benci abis karena itungannya dia yang bunuh istrinya, tapi karakter develoment-nya cepet dan dia empati sama Acacius. Like I say, character developmentnya cepet dan dia langsung embrace jati diri dia sebagai pangeran dan dengan Good Game-nya dia menumpas penyebab kehancuran Roma.
Well kehancurannya sih sederhana yaa, karena kaisar kembar Gay itu maniak dan tolol. So it's not hard to fight them tapi yang sulit adalah rebutan sama sih Macrinus si hitam yang cukup ambis pengen buat Roma as he wish. Well ini cuman ringkasan yang bisa aku ingat dari nonton film ini. DAN luckly filmnya emang decent dan gk bikin aku tidur kaya si Moana 2, padahal tadi aku sangat ngantuk.
So my rate untuk Gladiator II adalah sebagai berikut;
- Plot, 4/5
- Cinematography, 3/5 include CGI hiu yang buruk tadi
- Overall experience, 4.5/5. Duduk diantara dua pasutri chindo yang elegan dan punya kehidupan yang aman bikin aku mikir banyak dan aku yakin kalau aku punya potensi. Semua orang punya potensi, we just need to talk about ETOS KERJA more, even more than before. Also with the potential that I have, I should read more book so I can play with the word that came out from my mouth.
CIAO
Komentar
Posting Komentar