Kawah Wurung

That is me using terms of sense of scale

Kawah Wurung merupakan bagian dari Ijen Geopark yaitu kawasan dengan nilai arkeologi, biologi, dan budaya yang unik. Ijen Geopark sudah diresmikan oleh UNESCO di tahun 2016. UNESCO menyatakan, Ijen Geopark menunjukan kompleksnya proses geologi yang terjadi selama jutaan tahun. Kawah Wurung more less bagian dari Ijen/kawasan purba Ijen. Kawah Wurung adalah kaldera yang gk jadi (sangat jelas dengan namanya). Alih-alih ada danau asam, di sini diganti dengan savannah yang menjadi taman makan hewan ternak milik penduduk sekitar. Kaldera ini dikelilingi bukit teletubis. Dari sisi tengah terdapat view Gunung Raung dan sedikit view Kawah Ijen

Dikawasan ini juga sudah mulai memanfaatkan panas dari bumi. Saat mulai memasuki kawasan Kawah Wurung kita akan melihat uap putih yang bersalah dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Perjalanan menuju Kawah Wurung via Bondowoso sekitar 2 Jam yaa. Perjalanan mayoritas akan melewati pegunungan yang kanan kirinya hutan, kopi, dan juga pinus. Kebetulan aku melakukan perjalanan jam 12-2 siang dan pulang pukul 5-7. Perjalanan malam sangat tidak ada penenrangan dan kabut sangat amay tebal. Need someone cool and brave as me too drive. 

Anyway, the purpose I go there is to test my knowledge about visual pattern that I learned from Pat Kay. The result is good for first timer photography trip. I actually having hard time to identify the visual pattern because I have no object and also I don't quite understand how landscape photography works. Luckily there is quite lot of cow, so I just utilise 'em and take few good pictures. 

I will talk about my pictures later on so, hope my laziness not creep in.

Komentar

Postingan Populer